Top Menu

Tampilkan postingan dengan label artefak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artefak. Tampilkan semua postingan

Artefak Awal zaman batu yang ditemukan di Northern Cape Afrika Selatan--T-REC semarang--komunitas reptil semarang

20.21
 ..SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............


PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS

..................
 
Artefak Awal zaman batu  yang ditemukan di Northern Cape Afrika Selatan

Penggalian di situs arkeologi di Kathu di Northern Cape Provinsi Afrika Selatan telah menghasilkan puluhan ribu artefak awal zaman batu , termasuk tangan kapak dan alat-alat lain.



Earlier Stone Age artifacts found in Northern Cape of South Africa
Date:
July 24, 2014
Source:
University of Toronto
Summary:
Excavations at an archaeological site at Kathu in the Northern Cape province of South Africa have produced tens of thousands of Earlier Stone Age artifacts, including hand axes and other tools.
..........................
Excavations at an archaeological site at Kathu in the Northern Cape province of South Africa have produced tens of thousands of Earlier Stone Age artifacts, including hand axes and other tools. These discoveries were made by archaeologists from the University of Cape Town (UCT), South Africa and the University of Toronto (U of T), in collaboration with the McGregor Museum in Kimberley, South Africa.
The archaeologists' research on the Kathu Townlands site, one of the richest early prehistoric archaeological sites in South Africa, was published in the journal, PLOS ONE, on 24 July 2014. It is estimated that the site is between 700,000 and one million years old.
Steven James Walker from the Department of Archaeology at UCT, lead author of the journal paper, says: "The site is amazing and it is threatened. We've been working well with developers as well as the South African Heritage Resources Agency to preserve it, but the town of Kathu is rapidly expanding around the site. It might get cut off on all sides by development and this would be regrettable."
Today, Kathu is a major iron mining centre. Walker adds that the fact that such an extensive prehistoric site is located in the middle of a zone of intensive development poses a unique challenge for archaeologists and developers to find strategies to work cooperatively.
The Kathu Townlands site is one component of a grouping of prehistoric sites known as the Kathu Complex. Other sites in the complex include Kathu Pan 1 which has produced fossils of animals such as elephants and hippos, as well as the earliest known evidence of tools used as spears from a level dated to half a million years ago.
Michael Chazan, Director of the Archaeology Centre at U of T, emphasizes the scientific challenge posed by the density of the traces of early human activity in this area.
"We need to imagine a landscape around Kathu that supported large populations of human ancestors, as well as large animals like hippos. All indications suggest that Kathu was much wetter, maybe more like the Okavango than the Kalahari. There is no question that the Kathu Complex presents unique opportunities to investigate the evolution of human ancestors in Southern Africa."

Story Source:
The above story is based on materials provided by University of Toronto. Note: Materials may be edited for content and length.

Journal Reference:
  1. Steven J. H. Walker, Vasa Lukich, Michael Chazan. Kathu Townlands: A High Density Earlier Stone Age Locality in the Interior of South Africa. , July 24, 2014 DOI: 10.1371/journal.pone.0103436

 


 
 

Artefak Zaman Batu Ditemukan di Purbalingga---T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang

17.17
.....SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................




Artefak Zaman Batu Ditemukan di Purbalingga


TEMPO.CO – 


TEMPO.CO, Purbalingga--Sejumlah batu yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman pra-sejarah Paleolitikum (zaman batu) ditemukan di kawasan pegunungan Lumbung, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga. Benda-benda tersebut berada di dalam hutan yang berbatasan dengan Desa Kramat, Karangmoncol dengan lokasi yang cukup sulit dijangkau.

Yang menemukan perangkat desa dan polisi hutan, kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purbalingga, Sri Kuncoro, Senin 17 Februari 2014.
Ia mengatakan, untuk mencapai lokasi penemuan artefak, jalanan yang harus dilalui cukup sulit karena berada di pegunungan. Mereka bahkan harus membuka jalan sendiri dengan cara membuka rerimbunan semak-semak. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam.

Sri menambahkan, batu yang ditemukan ada sekitar 30 buah. Bentuknya ada dolmen, altar, meja, kursi, dan phalus. Ada juga bentuk seperti lingga dan batu bergerigi. Benda-benda itu dibuat oleh manusia jaman pra-sejarah.  Kami meyakini, di sekitar tempat penemuan tersebut, dahulu saat jaman Paleolitikum membuktikan ada perdaban manusia di lokasi tersebut. Batu-batu itu seperti layaknya peralatan rumah tangga,  kata Kepala Seksi Sejarah dan Benda Purbakala Purbalingga, Rien Anggraeni.
Ia mengatakan, Dinas sudah melaporkan temuan tersebut ke Balai Arkaelogi Yogyakarta. Kalau batuan tersebut memiliki nilai sejarah tinggi, maka perlindungannya akan dilakukan oleh Balai Arkelogi, namun jika dinilai kecil, maka cukup ditangani pihak Dinas.

Rien menambahkan, pada zaman paleolitikum manusia hidup secara nomaden atau berpindah-randah dalam kumpulan kecil untuk mencari makanan. Mereka memburu binatang, menangkap ikan dan mengambil hasil hutan sebagai makanan.

Mereka tidak bercocok tanam. Mereka menggunakan batu, kayu dan tulang binatang untuk membuat peralatan memburu. Alat-alat ini juga digunakan untuk mempertahankan diri daripada musuh. Mereka membuat pakaian dari kulit binatang. Selain itu, mereka juga pandai menggunakan api untuk memasak, memanaskan badan dan menakutkan binatang. Dengan penemuan batu artefak tersebut semakin menunjukkan bahwa peradaban manusia jaman prasejarah berada di pegunungan Lumbung, Desa Sirau,  kata Rien menambahkan.

Praktisi arkeologi Suritno Hardin mengungkapkan, batu temuan ini diyakini memiliki nilai sejarah tinggi.  Kami memperkirakan batu artefak itu merupakan jaman paleolitikum sekitar tahun 1.500 tahun sebelum masehi dan memiliki nilai sejarah tinggi,  katanya.

ARIS ANDRIANTO




 
 
Designed By OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates