Top Menu

Tampilkan postingan dengan label beruang madu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beruang madu. Tampilkan semua postingan

T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang-Penyadap-Karet-di-Jambi-Diterkam-Beruang- Madu



Penyadap Karet di Jambi Diterkam Beruang Madu



T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang-Penyadap-Karet-di-Jambi-Diterkam-Beruang- Madu


 Penyadap Karet di Jambi Diterkam Beruang Madu



TRIBUNnews.com – Jum, 4 Okt 2013

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan

TRIBUNNEWS.COM, MUARA BULIAN - Seorang perempuan di Desa Bulian Baru, Kecamatan Bhatin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, menjadi korban amukan seekor beruang madu.
Sriati (49), perempuan tersebut, menjadi korban amukan beruang saat memotong karet di kebun miliknya sendiri. Ketika itu, Sri bersama suaminya Pahtani, Kamis (3/10/2013). Akibat serangan beruang madu, Sriati terluka parah hingga bagian kulit kepalanya robek cukup dalam.
"Ibu saya di terkam beruang ketika sedang memotong pohon karet dikebun bersama bapak," ujar anak korban Supriadi, Kamis.
Supriadi mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 wib. Saat itu, tiba-tiba dua ekor beruang turun dari pohon karet yang akan disadap. Keduanya turun secara cepat.
Sepersekian detik kemudian, satu dari dua beruang itu langsung menerkam Sriati yang sedang memotong pohon karet.
"Beruang langsung menerkam ibu yang sedang motong karet. Melihat itu, Bapak secepatnya mengambil parang dan menebas satu beruang yang sedang menerkam ibu,"ujar Supriadi.
Setelah tertebas parang di bagian moncongnya, kedua beruang itu langsung melarikan diri ke semak belukar.


http://id.berita.yahoo.com/penyadap-karet-di-jambi-diterkam-beruang-madu-014322535.html



T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang-Rencana-Penghapusan-Anggaran-Beruang- Madu-Batal





T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang-Rencana-Penghapusan-Anggaran-Beruang- Madu-Batal



Rencana Penghapusan Anggaran Beruang Madu Batal

TEMPO.CO, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meninjau ulang rencana penghapusan anggaran untuk Kawasan Wisata dan Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) sebesar Rp 1,6 miliar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Balikpapan menerima sejumlah surat dari pegiat lingkungan di dalam dan luar negeri agar mempertimbangkannya.

“Ada dari Vietnam, Amerika, Eropa, dari Indonesia juga banyak. Dari lembaga, juga perorangan. Saya sangat berterima kasih atas kepedulian mereka,” kata Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong, Selasa, 12 Februari 2013. Dewan, kata Burhanuddin, juga akan mempertimbangkan kembali rencana pemindahan beruang madu KWPLH itu ke lokasi milik PT Inhutani di Km 10 Jalan Soekarno-Hatta.

KWPLH adalah lembaga di bawah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan yang memelihara enam ekor beruang madu (Helarctos malayanus) di kawasan seluas 9 hektare di Karang Joang, Km 23 Jalan Soekarno-Hatta. Hewan ini adalah maskot Kota Balikpapan.

Memasuki 2013, KWPLH dikejutkan oleh keputusan DPRD Balikpapan untuk tidak menyetujui anggaran operasional Rp 1,6 miliar yang diajukan BLH untuk kawasan itu. “Anggaran itu kami gunakan untuk mengurusi seluruh kebutuhan beruang madu dan kawasan ini,” kata Direktur KWPLH Hamsuri Indra.

Beruang madu dan tempat pemeliharaan yang serupa habitat alaminya menjadi daya tarik utama KWPLH. Di tempat itu, beruang berada di dalam hutan alam seluas 1,3 hektare berpagar kawat listrik. Pada pukul 09.00-15.00 mereka keluar untuk mengambil makanan yang disediakan petugas KWPLH di tepi hutan. Kawasan itu menarik minat anak-anak prasekolah hingga ilmuwan.

Peneliti yang umumnya datang ke KWPLH adalah peneliti asing dari Eropa dan Amerika seperti Gabriella Fredrikkson yang sudah bertahun-tahun tinggal di Balikpapan untuk meneliti satwa. Pegiat lingkungan Nunuk Kasiyanto mengklaim KWPLH adalah kawasan terbaik untuk kawasan sejenis di Asia. “Malaysia dan beberapa negara lain sedang belajar di sini untuk membangun kawasan yang sama di negaranya.”

S.G. WIBISONO



sumber






 
Designed By OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates