Top Menu

Tampilkan postingan dengan label gunung kelud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung kelud. Tampilkan semua postingan

Asap di Lereng Utara Pertanda Kelud Masih Aktif-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang

00.16
......SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................



Asap di Lereng Utara Pertanda Kelud Masih Aktif



TEMPO.CO – '


TEMPO.CO , Jakarta: Abu dan uap putih mengepul dari lereng utara Gunung Kelud sejak Sabtu, 15 Februari 2014. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Muhammad Hendrasto mengatakan hal itu menunjukkan adanya potensi gunung 1,731 meter itu kembali meletus.

"Tapi, kapan dan berapa besarnya tunggu beberapa hari ke depan," kata Hendrasto kepada Tempo, pada Sabtu, 15 Februari 2014. (Baca: Masih Ada Potensi Kelud Meletus) Mantan Kepala PVMBG Surono alias Mbah Rono juga menganggap Kelud masih berbahaya dan meminta warga di radius 10 kilometer tidak kembali ke rumah sekarang.

Kepala Pusat Data dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan asap putih membumbung sampai ketinggian 3000 meter dari Gunung Kelud. Asap itu bertekanan sedang, angin ke arah barat laut, dan tremor hembusan 1- 2,5 milimeter. Status Awas dan radius 10 kilometer kosong dari aktivitas masyarakat. "Ada tren makin menurun aktivitas vulkaniknya," kata Sutopo. (Baca: Tiga Bandara Kembali Beroperasi)

Terkait soal abu yang mengguyur sampai ke Bandung saat Kelud meletus dua hari lalu, Hendrasto mengatakan penyebabnya ketinggian letusan yang mencapai 17 kilometer. "Karena tingginya letusan Kelud, maka sebaran abu sampai ke Jawa Barat akibat terpaan angin," katanya.

Di Kediri, kota yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Gunung Kelud, abu dan pasir menutupi semua jalan dan atap rumah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengerahkan 2.500 personil TNI dan polisi untuk membersihkan jalan dan didukung alat-alat berat.

Warga juga secara swadaya membersihkan jalan dan atap-atap rumah. Sutopo mengatakan kebutuhan mendesak masyarakat saat ini yaitu masker, alat-alat untuk membersihkan abu pasir di jalan, dan mobil tangki air. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

APRILIANI GITA FITRIA





 

Gunung Kelud erupsi, Bos BUMN kerudungi Candi Borobudur-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang


......SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................






Gunung Kelud erupsi, Bos BUMN kerudungi Candi Borobudur


Merdeka.com – 

MERDEKA.COM. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud mencapai kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Debu tebal menghiasi jalan dan perumahan warga. Tidak hanya itu, kawasan wisata Candi Borobudur juga diselimuti debu tebal.

Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko, Laily Prihaningtyas mengambil langkah taktis terkait bencana ini. Selain memutuskan menutup kawasan wisata Candi Borobudur, pihaknya juga harus menutupi semua candi-candi yang ada di kawasan tersebut.
"Abunya tebal, ini saya di Borobudur, abunya sampai 5mm-an. Teman-teman di balai konservasi kerja sama dengan taman sudah dari pagi tadi menutupi candi-candi," jelas perempuan yang akrab disapa Tyas ini kepada merdeka.com, Jumat (14/2).

Pihaknya belum memastikan sampai kapan peninggalan zaman prasejarah ini ditutupi kain. Setelah kondisi memungkinkan untuk membuka selimut candi, pihaknya juga masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) membersihkan candi dari bekas abu vulkanik. "Dibersihkan baru bisa nanti pas sudah selesai," tutupnya singkat.

Sebelumnya, Kepala BKB Marsis Sutopo merekomendasikan PT TWCBPRB untuk menutup sementara waktu aktivitas pariwisata naik Candi Borobudur, sebagai dampak letusan Gunung Kelud.
"Ini Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon juga kena (abu Gunung Kelud, red.). Kami juga sudah koordinasi dengan Taman (PT TWCBPRB, red.) untuk kunjungan naik ke candi ditutup sementara waktu," katanya.

Marsis mengaku sudah menginstruksikan kepada jajarannya di BKB, untuk siaga bencana terkait dampak letusan Gunung Kelud yang sampai di Candi Borobudur. "Saya sudah instruksikan ke teman-teman untuk siaga bencana," katanya.
Penutupan aktivitas wisata naik Candi Borobudur perlu dilakukan sementara waktu, demi kepentingan pelestarian bangunan peninggalan abad ke-8 masa Dinasti Syailendara itu. Hujan abu, mengguyur Candi Borobudur dengan kawasannya pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB.

"Juga terjadi hujan abu di sekitar Candi Prambanan dan Ratu Boko di Yogyakarta," katanya.
Diaa mengatakan perlunya menutup sementara waktu aktivitas wisata naik ke Candi Borobudur sambil menunggu perkembangan keadaan terkait dengan letusan Gunung Kelud tersebut.
"Sambil menunggu perkembangan," ujarnya.




 

Gunung Kelud Kini Tak Bisa Diramal Mbah Ronggo-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang

......SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................






Gunung Kelud Kini Tak Bisa Diramal Mbah Ronggo

Rabu, 12 Februari 2014 | 13:42 WIB



TEMPO.CO, Kediri - Mbah Ronggo, juru kunci Gunung Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, mengaku tak bisa meramal bentuk letusan kali ini. Hal itu berbeda dengan dua letusan sebelumnya yang dengan jitu bisa dia tebak.

Hingga memasuki hari kedua penetapan status Siaga, Mbah Ronggo mengaku belum bisa meramal kedahsyatan letusan Gunung Kelud mendatang. Namun, dia memastikan jika peningkatan aktivitas ini akan berakhir dengan letusan. "Kalau meletus sudah pasti, tapi bentuknya seperti apa belum ada gambaran," katanya, Rabu, 12 Februari 2014.(baca: Magma Kelud Mulai Mendesak ke Atas )

Dia mengaku bisa meramal dua letusan Kelud sebelumnya dengan benar. Sesaat sebelum letusan tahun 1990 silam, Mbah Ronggo sudah mengumumkan kepada warga bahwa kampung mereka akan disiram oleh pasir kering. Hal itu menjadi kenyataan ketika tepat pada Sabtu Wage pukul 12.00 WIB gunung itu meletus dan menebar pasir kering ke pemukiman penduduk.

Demikian pula pada letusan tahun 2007, Mbah Ronggo sempat menyampaikan soal kemunculan batu lancip di tengah kawah. Ramalan itu terbukti ketika PVMBG mengumumkan kemunculan kubah lava tepat di tengah kawah hingga menenggelamkan danau kawah. Kubah yang sejatinya merupakan gumpalan lava panas yang membeku inilah yang oleh masyarakat disebut sebagai Anak Gunung Kelud.(baca: Mengapa Kelud Lebih Berbahaya Ketimbang Merapi?)

Lantas, bagaimana dengan letusan Kelud kali ini? Mbah Ronggo mengaku belum mendapat gambaran sama sekali. Berulang kali dia hanya mengatakan Kelud belum akan meletus dalam waktu dekat. Demikian pula dengan bentuk letusannya akan seperti apa tidak diketahui secara pasti. "Atau mungkin kekuatan gaib di Kelud tak memberitahu saya kali ini," katanya.

HARI TRI WASONO







 
Designed By OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates