Top Menu

Tampilkan postingan dengan label tsunami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tsunami. Tampilkan semua postingan

BMKG: Air Laut Surut Tiba-tiba di Banten Bukan Tanda-tanda Tsunami-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang

18.23

........SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............


PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................






BMKG: Air Laut Surut Tiba-tiba di Banten Bukan Tanda-tanda Tsunami



TRIBUNnews.com – 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena surutnya air laut di pantai Karangantu, Serang, Banten bukan tanda-tanda akan datangnya gelombang tsunami.

"Kalau gejala tsunami penyurutan air laut itu dalam waktu relatif singkat  sekitar 10 sampai 20 menit kemudian kembali dalam gelombang tinggi atau tsunami,"kata Kepala Pusat Metereologi Publik BMKG, Mulyono Rahardi Prabowo kepada Tribunnews.com, Jumat(7/2/2014).
Mulyono juga membantah adanya penyurutan air laut di Karangantu, Serang, Banten karena naiknya aktivitas gunung anak Krakatau. Menurutnya, fenomena tersebut hanyalah siklus alam biasa saja.
"Kalaupun berdampak tidak hanya di satu tempat kalau terkait aktivitas anak gunung Krakatau. Penyurutan akan terjadi di daerah sekitar situ, di daerah sekitar anak Gunung Krakatau juga," ujar Mulyono.

Apa yang terjadi di pantai Karangantu menurut Mulyono karena pada bulan Februrari memang sedang terjadi puncak pasang surut air laut.
"Saya sendiri belum terinfo betul soal itu, tapi sempat dengar ada air laut surut di Karangantu. Tapi dari kita dari sisi pasang surut tanggal 7,8,9 Februari sebetulnya kalau untuk di laut di utara Jakarta, itu merupakan pasang air maksimum dan itu setiap saat terjadi," kata Mulyono.
Fenomena alam aneh terjadi di pantai Karangantu, Serang, Banten. Air laut di lokasi tersebut tiba-tiba surut sejauh kurang lebih 1 kilometer.
Di media sosial fenomena mengenai surutnya air laut di pantai Karangantu, Serang, Banten pun menjadi perbincangan.








Peneliti: Diduga Kapal Kuno Tertimbun Tsunami Krakatau-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang

23.28

 ........SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS



................................




Peneliti: Diduga Kapal Kuno Tertimbun Tsunami Krakatau



Antara 

Bakauheni, Lampung (Antara) - Peneliti independen Hadi Subroto mengatakan adanya identifikasi diduga sebuah kapal kuno yang tertimbun di Bukit Kepayang, Bakauheni, Lampung Selatan, akibat tsunami terkait letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
"Dari hasil pengujian geolistrik tampak jelas bahwa objek yang diduga badan kapal terlihat membentuk anomali yang menyerupai irisan sebuah lambung kapal dengan posisi mengguling menghadap ke timur dengan ukuran tinggi lambung dan dak masing-masing sekitar 15 meter," kata dia, di Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu.

Ia menyebutkan, bentuk itu identik dengan ukuran lambung kapal seperti yang telah diperkirakan melalui foto satelit dan analisa pergeseran jejak longsor.
Menurut dia, dari foto satelit juga telah terjadi adanya kapal yang menyangkut di puncak bukit Kepayang dengan ketinggian 155 meter di atas permukaan laut. Selanjutnya kapal tersebut bergerak menuruni lereng bukit yang memiliki kemiringan sebesar 20 derajat sejauh sekitar 150 meter di lereng bukit pada ketinggian 125 meter di atas permukan laut.
"Tidak hanya sampai di situ, kapal mengalami longsor untuk kedua kalinya sejuah 150 meter hingga di dasar bukit," ujarnya.

Hadi mengatakan di posisi terakhir ini, pola bayangan berbentuk mirip lambung sebuah kapal berada pada gundukan sepanjaag 200 meter membentang dari utara ke selatan.
Penelitian juga berlanjut dengan melakukan penggalian secara manual dari puncak gundukan longsor dengan metode pembuatan sumur dengan peralatan pahat batu.
"Proses penggalian ini memakan waktu sekitar setahun enam bulan," katanya.
Ia memperkirakan keberadaan kapal tersebut pada kedalaman antara 25--30 meter dari permukaan bukit.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Sutono mengatakan bahwa Pemkab Lampung Selatan mendukung penelitian oleh peniliti independen ini untuk penemuan kapal yang diduga terhempas oleh tsunami Krakatau 1883.
"Poin penting dari penelitian ini adalah untuk pendidikan. Selain itu juga untuk pengetahuan sejarah serta parawisata ke depannya," ujar dia.

Ia menambahkan apabila kapal tersebut benar ada, ke depan kawasan ini akan dijadikan situs wisata budaya, arkeologi, dan pendidikan serta pengetahuan sejarah.
Karena itu, pihaknya akan menyiapkan infrastruktur akses menuju kawasan ditemukannya akapal tesebut dan pembuatan duplikat kapal serta museum.(rr)





 
Designed By OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates