Top Menu

Tampilkan postingan dengan label taman nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taman nasional. Tampilkan semua postingan

Diduga Jarah dari Taman Nasional Lauser, 9 Truk Kayu Diamankan--T-REC semarang--komunitas reptil semarang

....SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


......................



Diduga Jarah dari Taman Nasional Lauser, 9 Truk Kayu Diamankan



Diduga Jarah dari Taman Nasional Lauser, 9 Truk Kayu Diamankan



Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) mengamankan sembilan truk kayu atau 105 meter kubik disita dari panglong kayu milik Zamzami di Sebange Kabupaten Aceh Selatan, Aceh pada 25 Maret 2014.
Andi Basrul, Kepala BBTNGL Jumat (28/3/14) mengatakan, menerima info dari masyarakat tentang pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Leuser. Setelah ditelusuri kayu itu ditampung di panglong milik Zamzami. “Setelah kami menelusuri asal usul dan memeriksa izin kayu dicurigai hasil pembalakan liar di TNGL dan siap dipasarkan ke Medan.”

Kasus ini sudah ditangani Kepolisian Daerah Aceh dan pemilik panglong segera diperiksa di Banda Aceh. Sementara kayu ilegal disimpan di kantor BBTNGL di Medan guna penyidikan lebih lanjut.
Sejak 2007, Aceh memberlakukan jeda tebang di hutan alam. “Kami curiga kenapa pasokan kayu tetap ada di panglong itu. Ternyata itu hasil pencurian di daerah Sebange,” kata Andi.
Luas TNGL 1.094.692 hektar terletak di Aceh dan Sumatera Utara. Ia hutan warisan dunia yang diakui Badan Dunia Unesco sebagai kawasan pelestarian alam yang memiliki keragaman hayati terbaik di Asia Tenggara. TNGL satu-satunya hutan di Sumatera yang masih menyimpan empat spesies endemik terancam  punah yakni orangutan, badak, gajah dan harimau.

Menurut Andi, sejak 1998 tercatat 53 ribu hektar hutan TNGL rusak akibat pembalakan liar dan perambahan. Pencurian kayu di di sini terbanyak terjadi di Kabupaten Langkat, Sumut dan Kabupaten Aceh Selatan serta Aceh Tenggara.
Dia mengatakan, penangkapan ini kasus ketiga yang ditangani BBTNGL selama 2014. Salah satu kasus sudah proses persidangan adalah perambahan TNGL di Kecamatan Leuser,  yang menyeret dua kepala dinas dan satu anggota dewan setempat.

“Sayangnya, dari banyak kasus perambahan dan pembalakan liar yang dibawa ke persidangan, hakim hanya memutuskan hukuman rata-rata enam bulan penjara. Ini tidak memberi efek jera.”
BBTNGL, katanya, kesulitan mengamankan TNGL yang luas dan bermedan berat. “Kami hanya memiliki 46 polhut dan mengamankan sejuta hektar TNGL.”




 

 

Lahan Taman Nasional Lore Lindu Banyak Diperjualbelikan-T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang



 ........SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS






Lahan Taman Nasional Lore Lindu Banyak Diperjualbelikan


Antara – Sel, 28 Jan 2014       
  

Palu (Antara) - Seorang perambah di lahan kawasan Taman Nasional Lore Lindu menyatakan banyak lahan setempat diperjualbelikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Lahan saya beli dari seseorang," kata Tores, salah seorang dari 12 perambah yang ditangkap petugas tim gabungan TNI/Polri dan Polhut Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu dalam operasi digelar 27 Januari 2014, saat ditemui Selasa.
Ia mengaku sama sekali tidak tahu kalau lahan yang dibelinya tanpa sepotong dokumen baik kuitansi maupun surat-surat tanah termasuk dalam kawasan taman nasional.
"Benar pak saya tidak mengetahuinya," katanya.

Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNLL, Ahmay Yani membenarkan rata-rata mereka yang merambah baru dalam kawasan lindung tersebut hanya membeli lahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pihak BBTNLL sebenarnya sudah lama mengantongi beberapa nama aktor utama yang melakukan transaksi jual-beli lahan di wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Sigi.
Ia mengatakan target utama dari razia yang digelar pada (27/1) di wilayah Dongi-Dongi melibatkan 45 personel TNI/Polri dan Polhut BBTNLL adalah ingin menangkap basah oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut.
"Itu target kita. Tapi sayang tidak ada satupun dari orang-orang telah ditargetkan bisa ditangkap basah petugas," katanya.

Dia menambahkan belasan warga perambah yang ditangkap dalam operasi, sebagian pembeli lahan dan lainnya hanya tenaga upahan.
Tapi belasan warga perambah hutan itu telah dikembalikan ke desa asal mereka.
Yani menegaskan operasi untuk mengejar para oknum-oknum yang terlibat kasus jual-beli lahan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang telah diketahui identitas itu tetap dilakukan.
"Kami akan mengusut tuntas para oknum-oknum yang tidak bertangung jawab itu," tegas Yani.(rr)




 
 
Designed By OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates