T-REC semarang-komunitas-reptil-semarang-Kelola-Keuangan-Keluarga-Secara-Islami,-Ini- Caranya
Kelola Keuangan Keluarga
Secara Islami, Ini Caranya
Rabu, 17
Juli 2013, 13:07 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,
Pos apa yang pertama kali kita sisihkan saat pertama kali menerima gaji? Banyak
ibu rumah tangga, lajang, dan para bapak menulis belanja rutin. Menurut perencana
keuangan keluarga Ahmad Gozali, jawaban itu kurang benar. ''Yang benar adalah
sisihkan dulu untuk zakat, infak dan sedekah (ZIS), bayar utang, menabung baru
belanja rutin.''
Mengapa
demikian, menurut dia karena belanja adalah pos yang paling fleksibel. Besar
atau kecilnya tergantung kebiasaan dan kemauan personal.
ZIS menurut
dia berurutan dengan dunia dan akhirat. Utang berkaitan dengan urusan dunia
sehingga jika telat dibayar, maka orang yang bersangkutan harus membayar denda,
bunga, dan diteror debt collector. Tabungan berkaitan dengan masa tua sehingga
harus dikeluarkan lebih dahulu sebelum uang gaji dibagikan untuk pos belanja
rumah tangga.
Ahmad Gozali
mengatakan pengelolaan keuangan keluarga tak pernah diajarkan di bangku
sekolah. ''Kita belajar keuangan negara, perusahaan, dan koperasi mulai bangku
SMP hingga kuliah. Tapi tak satupun pelajaran manajemen kuangan keluarga.''
Secara
berkelakar ia mengutarakan barangkali karena itu, banyak korupsi di Indonesiaa.
''Karena belajarnya keuangan negara, maka uang negara bercampur dengan uang
rumah tangga. Begitu juga yang belajar keuangan perusahaan juga bercampur
dengan keuangan pribadi.''
Mengulas
bukunya yang berjudul Cashflow for Woman, dia mengatakan banyak orang datang
padanya meminta bantuan mengelola keuangan yang bermasalah karena utang kartu
kredit dan belanja berlebihan. ''Banyak kita salah kaprah belanja karena
diskon. Padahal diskon yang perlu dicermati karena tak semua sesuai dengan
diskon yang diiklankan.''
Redaktur : Endah Hapsari
|
